Next time, perhaps!

A blog by a tiny, bored worker

Category: Indo

referral

Daftar kode promo e-commerce Indonesia

Kode promo alias referral code selalu dicari oleh pelanggan pintar yang rajin karena diskonnya yang cukup lumayan (aku dukung banget ini soalnya hemat pangkal kaya). Coba cari di post ini mungkin ada referral code yang kalian butuhkan. Berikut adalah beberapa kode promo aplikasi yang sering aku gunakan dan mungkin akan berguna untuk kalian bertransaksi. Lumayan lho diskon yang bisa kalian dapat dengan menggunakan kode ini. Sharing is caring!

Daftar referral code:

  • Amartha: bisa klik link ini atau ER057568
  • Investree: 2NMA3
  • Tokopedia: TPLIV3262 – diskon 50% hingga Rp30,000 untuk belanja pertama
  • Zomato Gold: OLIV7301 – diskon 20% saat mendaftar dengan kode ini

Baru sedikit sih yang aku list, soalnya memang aku belum sempat explore banyak app. Kabari aku ya apabila ada referral yang tidak valid!

Pindah blog WordPress.com ke WordPress.org!

Sabtu (9/6) lalu gue bosen banget di rumah sendirian aja. Mulailah gue utak-atik blog lama gue, next thing I know, gue udah bayar sekitar IDR550,000-an buat hosting dan domain untuk setahun. Gue PINDAH blog dari WordPress.com ke WordPress.org

Kalo ditanya kenapa pindah blog, pastinya bukan karena blog lama gue isinya sampah menye-menye sama orang yang sebenarnya ngga perlu dimenye-menyein (kalo penasaran sama postingan lama gue, cek tab relationship gue). Tapi, gue emang selalu bercita-cita untuk belajar bikin website sendiri, punya toko online, dan punya peternakan. Baby steps lah.

Gue bersyukur banget yalord pertama gue bikin blog dimulai dari WordPress, jadi setidaknya udah cukup familiar sama CMS WordPress. Gue emang ngga pernah tertarik sama B-spot, karena

Read More

Dia. Lo. Gue

Sebagai seorang perempuan yang dari proses pembentukannya pun dilakukan di Jakarta, ada permasalahan klasik yang menurut gue unik. Masalahnya ga jauh-jauh dari diri sendiri kok, dasar egosentris, yaitu masalah penyebutan diri sendiri.

Untuk merujuk diri sendiri, yang bisa disepadankan dengan kata atau me dalam bahasa Inggris, orang Indonesia sebenarnya bisa menggunakan saya atau aku. Hanya, kalau tinggal di Jakarta mungkin lazimnya mendengar kata gue sebagai kata ganti saya/aku tadi. Entah karena itu berasal dari Bahasa kesukuan Betawi yang notabene dari sejarahnya memang menempati Jakarta jauh sebelum masa Kompeni, atau kadang juga dianggap bahasa prokem atau slang (shortened language).

Gue kurang tahu sih pemakaian gue-lo itu cuma di Jakarta atau mungkin di kota lain ada juga yang memakai paduan kata tersebut. Tapi… somehow gue ngerasa kalo di luar daerah, pemakaian gue-lo itu sering dapat konotasi negatif. Beberapa media sosial yang gue perhatiin, misalnya ask.fm, bahkan ada yang terang-terangan bilang, “kalau Anda memakai gue-lo, pertanyaan Anda tidak akan saya jawab”

Read More

Heartbreak Club

Khara The Good tidak membiarkan diri ini melebur hancur menjadi butiran debu di kamar kost ukuran 3×4 sehingga ia memutuskan untuk mengajak gue beserta Arta untuk pergi ke pameran yang diadakan ITB, Sabtu (28/11) lalu.

Kami jalan pukul 12.00 dari Jatinangor. Saat macet, gue yang sedang tidak mood makan apa-apa, entah kenapa implusif dan sangat bernafsu ketika melihat gemblong yang dijajakan abang-abang pinggiran. Gue memberikan Arta dan Khara sebagian gemblong itu, namun karena Khara tidak suka ketan, hanya gue dan Arta saja yang makan gemblong-gemblong pembawa bencana itu. Singkat cerita, gemblong pun habis dimakan beserta kuman-kuman yang menempel bersamanya.

Read More

Saying Goodbye

Seminggu yang lalu, ada tiga orang tamu datang ke rumah. Mereka nginep dalam rangka mau dateng ke kawinan saudara/temen gue. Salah satu dari ketiga tamu itu masih berumur 3.5 tahun.

Namanya Acha. Dia itu…. *ahem* jadi tante gue punya abang, abang itu punya anak, anak itu menikah dan ya itulah dia, lahirlah Acha dari istri sang anak abangnya. Ribet ya. Dasar Batak. Karena posisi persaudaraan kita yang cukup jauh (secara denotatif dan konotatif karena dia tinggal di Medan), gue dan Acha memang baru kenal ya tujuh hari yang lalu itu.

Sebenernya gue ngga suka anak-anak, karena kebanyakan dari mereka biasanya awalnya oke, lama kelamaan mereka bisa jadi makhluk paling kasar sedunia. Mereka suka jambak, cakar sana sini, cubit, dsb (mmm, kalo dicakar sama dijambak kesayangan sih lain lagi ceritanya).

Read More

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén